Saturday, March 19, 2016

Apa Hanya Aku?


https://gursimrankaur16.files.wordpress.com/2015/07/


15 Mei 2015 pada saat itu, kami dinyatakan lulus semua, dan pada saat tanggal 12 Mei 2015 kami mengadakan perpisahan di salah satu gedung dan mengundang artis Zivilia Band dan Mahesa Band. Suatu pengalaman yang sangat keren bagiku, tak lupa juga mengucap syukur atas apa yang telah diraih selama 3 tahun bersekolah di SMK, tak lupa bersyukur karena perjalananku telah berakhir dan semua ilmu yang ku dapat sangat bermanfaat hingga saat ini. Yang aku bayangkan dan yang aku harapkan setelah lulus dari sekolah adalah mendapatkan pekerjaan, minimal bekerja di pabrik atau maksimalnya bisa menjadi bagian staf admin. Ya aku sangat menginginkan posisi itu karena sesuai dengan jurusan yang ku pilih saat pertama kali memasuki SMK, sebuah cita-cita yang sangat aku ingin raih, yang sangat aku impi-impikan sejak dulu. Namun, yang ku dapat saat ini hanyalah kekecewaan pada diri sendiri. Entah mengapa hingga saat ini aku susah sekali mendapat pekerjaan, terkadang aku iri pada mereka yang telah mendapatkan pekerjaan lebih cepat, terkadang aku juga kesal pada mereka yang menyia-nyiakan pekerjaan padahal aku tau mencari dan mendapatkan pekerjaan itu tidak mudah, butuh perjuangan yang sangat besar. Apa hanya aku yang mengalami seperti ini? hampir tiap malam selalu merasa resah, selalu merasa bingung 'aku harus berbuat apa hingga tak hanya berdiam dikamar?', apa usaha dan doaku kurang? atau aku kurang bersabar? sampai akhirnya aku tak berani lagi berharap, tak percaya pada khayalan dan mimpi-mimpi yang ada karena aku tahu saat mengetahui kebenaran pasti hati ini terluka lagi. Mungkin hanya aku yang berlebihan mengeluh? atau mungkin bukan saat ini aku mendapatkan pekerjaan? lalu kapan?

Aku hanya malu kepada kedua orangtuaku, aku hanya meminta tanpa memberi, aku hanya berdiam tanpa membantu, aku juga ingin berbakti kepada kedua orangtuaku, aku juga ingin seperti mereka yang memposting kebahagiaan bersama keluarganya di sebuah akun sosial media, aku juga ingin seperti mereka yang memberi hasil keringatnya untuk orangtua walau tak seberapa yang mereka berikan kepada anaknya.

Aku sudah berusaha sejauh ini, sudah mencoba memberikan lamaran ke berbagai tempat, berbagai tes aku lalui hingga berhasil, namun aku terlalu tinggi berharap, aku fikir jika berhasil tahap tes langsung bekerja, namun dugaanku salah, harus menunggu dan menunggu lagi hingga aku lelah dan terus mengeluh. Terkadang menunggu itu menyakitkan.

Jika suatu saat aku memiliki pekerjaan, aku tidak akan menyia-nyiakannya, aku akan menghargai apa yang telah ku miliki, apa yang telah ku dapatkan semua butuh perjuangan, tanpa perjuangan semua tidak ada artinya. Hingaa sampai saatnya tiba, mungkin yang aku lakukan adalah mengucap syukur tanpa hentinya, dan aku tak sabar menanti senyum manis kedua orangtuaku tergambar di wajahnya. I'm ready for it ! Never say never, tetap berjuang hingga akhir, aku percaya Tuhan tidak tidur, tidak memberi cobaan kepada umatnya lebih dari batas kemampuannya. Tetap terus usaha, berdoa dan sabar, akan indah pada waktunya, mengeluh tak akan mengubah apapun. Selalu tersenyum dan semangat ! Apa hanya aku? mungkin tidak :)



No comments:

Post a Comment